Follow by Email

Minggu, 08 Januari 2012

Tugas 8 ilmu sosial dasar

Banjir Rendam Sejumlah Daerah


Hujan deras di sejumlah daerah sepanjang Ahad (1/1), mengakibatkan banjir. Termasuk di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Banyak kendaraan yang melintas terjebak air bah.

Sebuah sepeda motor pun mogok hingga dievakuasi dengan mobil. Banjir ini juga mengakibatkan tiga rumah di Dusun Kandangan, Ngaglik, Sleman, hanyut.

Sungai Code juga meluap dan menggenangi rumah-rumah warga di sepanjang bantaran sungai. Alhasil warga dibuat sibuk membersihkan air yang masuk ke rumah. Mereka juga memasang karung-karung pasir di depan pintu rumah.

Meski air meluap, namun warga belum diperintahkan untuk mengungsi. Warga berharap hujan segera berhenti sehingga ketinggian air di Sungai Code tak bertambah tinggi.

Dampak hujan juga membuat banjir lahar dingin menerjang alur Kali Woro di Klaten, Jawa Tengah. Beberapa warga ini sebelumnya nekat menerjang aliran lahar dingin yang melewati dam Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Tapi beberapa saat kemudian, aliran lahar dingin dari puncak Merapi bertambah besar. Hingga pada akhirnya relawan setempat melarang warga yang hendak melintasi aliran lahar.

Beberapa warga yang hendak menyeberang terpaksa menunggu hingga aliran lahar dingin surut atau mereka harus memutar arah hingga puluhan kilometer.


Banjir Rendam Samarinda  

Banjir setinggi setengah hingga satu meter menggenangi ribuan rumah warga dan sejumlah ruas jalan protokol di tiga kecamatan di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (9/4). Tiga kecamatan yang terendam adalah Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda Utara, dan Samarinda Ilir.

Banjir terparah menggenangi ruas jalan DI Panjaitan, Jalan Sentosa, dan Jalan Mayjen Sutoyo, Kecamatan Samarinda Utara. Akibat tingginya genangan air terjadi kemacetan cukup parah. Apalagi sejumlah kendaraan juga mogok lantaran sistem pengapiannya terganggu.

Banyak kendaraan dari Samarinda ke arah Kota Bontang dan Kutai Timur tak bisa ke luar lantaran terjebak banjir dan macet. Begitu pula sebaliknya kendaraan dari luar kota juga tak bisa masuk ke Samarinda.

Seorang pengantin asal Samarinda yang akan menikah di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, terpaksa gagal melangsungkan acara lantaran kendaraan yang ia tumpangi beserta segenap pengiring terjebak banjir dan kemacetan.

Selain mengganggu aktivitas warga, banjir juga menyebabkan sejumlah sekolah terpaksa memulangkan siswanya lebih cepat karena sekolah terendam. Warga menuding kegiatan tambang batubara yang mengepung wilayah Kota Samarinda dan buruknya sistem drainase sebagai penyebab banjir.