Follow by Email

Sabtu, 17 Desember 2011

tugas ISD 1


TUGAS MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR
Membangun Tata Krama Dalam Bersikap dan Bergaul



Disusun Oleh:


Nama                    :  ARDHI MARTIAN
NPM                    :  1A111193
Kelas                    :  ALH11 (1KA27)
Tugas                   :  Ke-1 (Ilmu Sosial Dasar)





JURUSAN SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2011
Daftar Isi

Daftar Isi ……………………………………………………………………………………….  1
Bab. I Pendahuluan…..…………………………………………………………………………  2
Bab. II Pembahasan…..………………………………………………………………………… 3
II.I Pengertian Tata Krama ………….…………………………………………………………  3
II.II Tata Krama dalam Bersikap…………………………………………………….…………. 3
II.III Tata Krama dalam Bergaul………………………………………………….……………. 3
II.IV Manfaat Bergaul ………………………………………………………………………….  4
II.V Hambatan dalam Bergaul………………………………………………………………….. 4
Kesimpulan…………………………………………………………………….…………………6
Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………………7











Bab. I  Pendahuluan

Ketika seseorang masuk kedalam lingkungan baru seperti kelas, sekolah, perguruan tinggi atau tempat kerja yang baru, tentu akan dipertemukan dengan orang – orang yang belum dikenal dan suasana yang masih asing. Hal itu seringkali membuat sikap seseorang baik yang memang dasarnya aktif ataupun pasif, berubah menjadi pendiam, merasa asing dan bingung, karena belum saling mengenal satu sama lain.
Didalam lingkungan yang baru kita dituntut untuk beradaptasi kembali, yaitu dengan cara bersosialisasi/bergaul. Kemampuan seseorang dalam bersikap dan bergaul bisa menjadi nilai ukur, apakah orang tersebut termasuk kedalam golongan orang – orang yang cepat beradaptasi dan mudah diterima di lingkungan baru atau tidak, karena ada sebagian golongan yang memiliki kesulitan untuk melakukan proses adaptasi dengan lingkungan baru.
Oleh karena itu makalah ini disusun untuk mengetahui tentang tata krama dalam bersikap yang baik dan benar serta tata krama dalam bergaul untuk mempermudah proses adaptasi dengan lingkungan baru.








Bab. II  Pembahasan
II.I Pengertian Tata Krama
Tata Krama adalah norma kebiasaan yang mengatur sopan santun dan disepakati oleh lingkungan. Menurut para ahli tata krama/etika tidak lain adalah prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
II.II Tata krama dalam bersikap
Dalam bergaul, kita perlu memperhatikan tata cara bersikap karena hal tersebut sangat mempengaruhi seberapa cepat dan dapat diterimanya kita disuatu lingkungan yang baru. Sikap sopan santun serta ramah tamah kepada setiap orang harus selalu dihadirkan ketika sedang berinteraksi dengan orang lain terutama orang – orang yang baru dikenal dilingkungan yang baru, agar memberikan kesan bahwa diri kita adalah pribadi yang baik dan menyenangkan sehingga lebih mempermudah proses adaptasi dilingkungan tersebut.
II.III Tata krama dalam bergaul
Bergaul tidak hanya asal bergaul, tetapi perlu menyertakan tata krama dalam pergaulan agar lebih mudah memposisikan diri dan diterima ditengah lingkungan yang baru. Tata krama bersikap dalam bergaul dapat dilihat dari sudut Budaya, Susila, dan Agama, diantaranya :
  1. Bersikap sopan dan ramah kepada siapa saja tanpa membeda – bedakan
  2. Berusaha selalu menjaga perasaan orang lain
  3. Bersikap ingin membantu
  4. Memiliki rasa toleransi yang tinggi
  5. Menjadi pribadi yang menyenangkan bagi orang lain
  6. Dapat menguasai diri serta mampu mengendalikan emosi dalam kondisi apapun
  7. Menanamkan prinsip pada diri sendiri untuk membina pertemanan dengan siapa saja, dan hanya mengambil sisi baiknya tanpa mengikuti sisi buruknya.
Setiap masing – masing individu memiliki karakteristik yang berbeda – beda sesuai dengan latar belakang dan tradisi adat istiadatnya, sehingga penting untuk kita memiliki rasa toleransi dan rasa saling menghargai serta menyesuaikan diri dengan tradisi mereka, agar ruang lingkup pertemanan menjadi lebih luas .
II.IV Manfaat Bergaul
Atas keberanian dalam melakukan adaptasi dengan cara bergaul dilingkungan yang baru, dapat menghadirkan banyak manfaat, diantaranya :
  1. Jaringan pertemanan dan wawasan kita menjadi lebih luas
  2. Menambah dan memperkuat tali silaturahmi antar sesama manusia
  3. Mempermudah dalam menjalani hidup dan menemukan solusi dalam menyelesaikan masalah
  4. Disegani, dihormati dan disenangi oleh orang lain
  5. Lebih percaya diri untuk masuk ke lingkungan yang baru
  6. Dapat memelihara suasana yang baik dengan lingkungan
  7. Mempunyai banyak pengalaman dan cerita hidup karena berteman dengan orang lain yang memiliki karakter berbeda – beda, dll.
II.V Hambatan dalam Bergaul
Dalam bergaul ada banyak faktor hambatan yang membuat seseorang tidak mudah membaur dan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, diantaranya :
  1. Kurang percaya diri
Faktor kurang percaya diri seringkali menjadi hambatan utama banyak orang, sehingga cukup sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, salah satunya dikarenakan rasa minder yang berlebihan atas kemampuan diri sendiri dan merasa lebih rendah ketika membandingkannya dengan orang lain.

2.      Zona nyaman
Kondisi dimana seseorang lebih senang menyendiri, tertutup, dan menghabiskan waktu seorang diri. Merasa tidak membutuhkan orang lain dalam menjalani setiap kegiatan sehari – harinya, enggan membuka kesempatan untuk hubungan pertemanan baru dengan orang – orang baru, yang justru akan merugikan dirinya  sendiri.
3.      Takut mengambil resiko
Banyak orang yang takut untuk membina pertemanan dengan orang – orang baru dengan alasan takut ditolak atau tidak diminati atas sikapnya, sehingga lebih memilih untuk sendiri.
4.      Sikap buruk
Seringkali sikap buruk kita menjadi hambatan dalam membina pertemanan, seperti angkuh, tukang pamer, terlalu pilih – pilih teman, dan sikap buruk lainnya. Sikap – sikap tersebut justru membuat orang lain enggan untuk berteman dengan kita, dan lebih memilih menjauhi.









Kesimpulan
Jadi, sikap yang baik dan pandai bergaul adalah dua hal yang saling terikat, dan harus dijaga keseimbangan diantara keduanya. Dengan mempunyai sikap yang baik tetapi kurang pandai bergaul, kita akan hanya menjadi individu yang tertutup, begitu pula apa bila kita pandai bergaul tetapi memiliki sikap yang kurang baik, kita akan kurang disegani kehadirannya di suatu lingkungan.
Maka dari itu, kita harus membiasakan diri untuk berani beradaptasi ketika memasuki lingkungan yang baru , dengan cara bergaul yang tentunya mengikuti aturan tata krama yang baik dalam bersikap dan bergaul, dengan menanamkan secara permanent dalam diri sikap sopan santun, ramah tamah, menjadi pribadi yang menyenangkan, serta menghilangkan semua hambatan yang menghalangi diri kita agar  mempermudah diri kita untuk diterima dan disegani dalam lingkungan yang baru.










DAFTAR PUSTAKA
Http://www.kreativitashadirdariketerbatasan.blogspot.com/2011/02/bab-12-etiket-pergaulan.html
Http://pkk.tanjabbarkab.go.id/artikel-04042006.htm
Http://sharekuliah.blogspot.com/2010/02/kisi-cb-ii-uas.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar